Kebudayaan yang kini hilang termakan oleh zaman

Budaya Sunda salah satu kebudayaan suku bangsa di Indonesia yang sudah sangat begitu lama. Ada empat daya hidup yang perlu dicermati dalam kebudayaan Sunda, yaitu, kemampuan beradaptasi,mobilitas,tumbuh dan berkembang, serta kemampuan regenerasi. Kemampuan beradaptasi kebudayaan Sunda, terutama dalam merespons berbagai tantangan yang muncul, baik dari dalam maupun dari luar, dapat dikatakan memperlihatkan tampilan yang kurang begitu menggembirakan. Bahkan, kebudayaan Sunda seperti tidak memiliki daya hidup berhadapan dengan tantangan dari luar.Akibatnya, semakin lama semakin banyak saja kebudayaan Sunda yang hilang atau terjajah oleh kebudayaan asing. dengan bahasa Sunda yang merupakan bahasa komunitas orang Sunda kini semakin jarang saja digunakan oleh orang sunda itu sendiri, khususnya para generasi muda Sunda. Lebih mengkhawatirkan lagi, menggunakan bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari kadang kala disamakan dengan “keterbelakangan” . Akibatnya, timbul rasa gengsi pada orang Sunda untuk menggunakan bahasanya dalam pergaulannya sehari-hari. Bahkan, untuk sekedar mengakui bahwa dirinya adalah orang sunda itu tidak mau.

Kemampuan tumbuh dan berkembang kebudayaan Sunda juga dapat dikatakan memperlihatkan tampilan yang tidak kalah memprihatinkan. Jangankan berbicara untuk melestarikan apa yang telah dimiliki saja dapat dikatakan sangat lemah. komunitas Sunda yang sebenarnya kaya dengan cerita cerita rakyat  , seberapa jauh telah berupaya untuk tetap melestarikan agar tetap “membumi” dengan masyarakat Sunda.Kalaulah upaya untuk “membumikan” , cerita cerita tersebut menjadi kenangan masa lalu orang Sunda dan biarkanlak cerita cerita/ dongeng dongeng rakyat tersebut ikut terkubur selamanya bersama para pendukungnya, begitulah barangkali ucap orang Sunda yang tidak ingin merawat dan memberdayakan warisan leluhurnya.Berkenaan dengan kemampuan regenerasi, kebudayaan Sunda pun tampaknya kurang membuka ruang bagi terjadinya proses tersebut, untuk tidak mengatakan anti regenerasi. Budaya “kumaha akang”, “teu langkung akang”, “mangga tipayun”, yang demikian kental melingkupi kehidupan sehari-hari orang Sunda dapat dikatakan menjadi salah satu penyebab rentannya budaya Sunda dalam proses regenerasi. Akibatnya, jadilah budaya Sunda gagap dengan regenerasi.

Generasi-generasi baru orang Sunda seperti tidak diberi ruang terbuka untuk bersosialisasi , hanya karena kentalnya senioritas serta “terlalu majunya” pemikiran para generasi baru, yang seringkali bertentangan dengan pakem-pakem yang dimiliki generasi sebelumnya. Akibatnya, tidaklah mengherankan bila proses alih generasi dalam berbagai bidang pun berjalan dengan tersendat-sendat.Bila pengamatan terhadap daya hidup kebudayaan Sunda melahirkan temuan-temuan yang cukup memprihatinkan, hal yang sama juga terjadi dengan kekuatan materi yang dimilikinya, sengaja atau tidak sengaja, semakin memupuskan idealisme dalam kebudayaan Sunda. Akibatnya, jadilah betapa sulitnya komunitas Sunda menemukan sosok-sosok yang bekerja dengan penuh idealisme dalam memajukan kebudayaan Sunda.

 

Berpijak pada kondisi lemahnya daya hidup dan mutu hidup kebudayaan Sunda, timbul pertanyaan besar, apa yang salah dengan kebudayaan Sunda? Untuk menjawab ini banyak argumen bisa dikedepankan. Tapi dua di antaranya yang tampaknya bisa diangkat ke permukaan sebagai faktor berpengaruh paling besar adalah karena ketidakjelasan strategi dalam mengembangkan kebudayaan Sunda serta lemahnya tradisi, baca, tulis , dan lisan (baca, berbeda pendapat) di kalangan komunitas Sunda.

 

Ketidak jelasan kebudayaan yang benar dalam mengembangkan kebudayaan Sunda tampak dari tidak adanya kerja sama yang lahir dari suatu proses yang mengedepankan prinsip-prinsip keadilan tentang upaya melestarikan dan mengembangkan secara lebih berkualitas kebudayaan Sunda. Kebudayaan Sunda tampaknya dibiarkan berkembang secara liar, tanpa ada upaya sungguh-sungguh untuk memandunya agar selalu dilestarikkan dan dikembangkan, khususnya manakala harus berhadapan dengan kebudayaan-kebudayaan asing yang terorganisasi dengan rapi serta memiliki kemasan menarik. 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: