Budaya Merokok Di Kalangan Remaja

Perilaku merokok pada remaja sering kali membuat orang tua kecewa namun, kadang kala kita tidak menyadari ada banyak faktor yang mempengaruhi seorang remaja memulai merokok. Jika faktor yang mendorong remaja untuk merokok tidak kita atasi, usaha kita melarang dan memarahinya akan sia-sia.

Di usia remaja, anak akan mempunyai banyak teman dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam. Di antara sekian banyak temannya, ada yang bisa membawa pengaruh positif atau sebaliknya membawa pengaruh buruk. Kebiasaan merokok yang dilakukan oleh anak mungkin merupakan salah satu pengaruh buruk yang didapat dari teman-temannya.

Banyak sekali hal yang bisa menyebabkan awal seorang anak menjadi perokok aktif, diantaranya :

1.  Meniru teman :

Pada usia remaja, anak akan mendapatkan banyak teman yang mempunyai latar belakang beragam, baik yang berlatar belakang baik maupun yang buruk. Dan merokok adalah salah satu kebiasan buruk tersebut.

Menurut survei yang pernah dilakukan oleh Yayasan Jantung Indonesia, 70% anak usia 10-16 tahun menjadi perokok karena dipengaruhi oleh temannya. Bahkan sebuah penelitian lain membuktikan bahwa remaja yang mempunyai teman perokok menjadi delapan kali lebih besar kemungkinan menjadi perokok aktif.

2. Dari lingkungan rumah :

Tanpa disadari, keluarga merupakan hal yang berperan aktif menjadikan anak menjadi perokok aktif. Bagi keluarga yang tidak menerapkan larangan merokok didalamnya, sangat mungkin menjadikan anak sebagai seorang  perokok aktif dibandingkan keluarga yang bukan perokok. Apalagi, apabila kedua orang tua, saudaranya adalah perokok aktif, dapat lebih menjadikan anak menjadi perokok aktif empat kali lebih besar daripada yang tidak.

3. Dari lingkungan sekitar :

Seringnya anak melihat orang disekitar rumah merokok disembarang tempat, dapat menjadikan anak ingin menirukan hal kurang baik tersebut, agar anak merasa dihargai dan diperhatikan.

4. Alasan Sosial :

Seorang anak akan menirukan kebiasaan temannya agar dirinya dapat diterima dan tidak dijauhi/dicemooh oleh kelompok tersebut.

Kebiasaan merokok pada orang tua berpengaruh besar pada anak-anaknya yang berusia remaja. Keluarga yang terbiasa dengan perilaku merokok atau tidak melarang perbuatan tersebut, sangat berperan untuk menjadikan seorang anak menjadi perokok dibandingkan dengan keluarga yang bukan perokok. Beberapa penelitian melaporkan, anak yang kedua orang tuanya merokok kemungkinan besar akan menjadi perokok juga, terlebih jika saudara kandung yang lebih tua seorang perokok, anak-anak tersebut memiliki risiko empat kali lipat untuk menjadi perokok.

Sangat mudah bagi anak untuk meniru kebiasaan merokok. Mengingat di negara kita kebiasaan merokok adalah suatu kebiasaan yang sudah sangat mengakar di berbagai golongan masyarakat, di mana pun tempatnya, kapan pun waktunya kita akan sangat mudah menjumpai orang-orang yang sedang merokok.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: