ORGANISASI DAN MANAJEMEN KOPERASI DAN POLA MANAJEMEN

ORGANISASI DAN MANAJEMEN KOPERASI DAN POLA MANAJEMEN

      

                                                                             Gambar

 

 Nama Anggota :

Dinda Asmarani Jazillah

Firda Agustiani

Faisal Rhama Danus

Hana Nuraini

Karisa Kadriani

Randiarsa Saputra

Tuti Fauziah

 

Reza Firdaus

 

 

 

 

 

Pendahuluan

Manajemen koperasi yang sering dipakai adalah suatu cara mencapai tujuan koperasi dengan bekerjasama sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi, definisi ini tidak akan anda temukan dalam jurnal manajemen koperasi manapun karena saya memang ini adalah hasil pemikiran saya yang saya rumuskan sendiri.

Dengan demikian Manajemen Koperasi dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.Untuk mencapai tujuan Koperasi, perlu diperhatikan adanya sistim Manajemen yang baik, agar tujuannya berhasil, yaitu dengan diterapkannya fungsi-fungsi Manajemen.

Fungsi-fungsi Manajemen menurut G Terry:

a.Planning(Perencanaan)

b.Organizing(Pengorganisasian)

c.Actuating(Penggerakan untuk bekerja)

d. Controlling (Pengawasan/Pengendalian)

Organisasi dan Manajemen Koperasi dan Pola Manajemen

  1. A.    Pengertian Organisasi
    a.      Bentuk organisasi menurut Hanel

Menurut Hanel bentuk organisasi koperasi adalah suatu system social ekonomi atau social tehnik yang terbuka dan berorientasi pada tujuan.

Bentuk dari organisasinya terdiri dari sub system koperasi yang terdiri dari :

  • Individu (pemilik dan konsumen akhir)

  • Pengusaha perorangan / kelompok (pemasok/supplier)

  • Badan usaha yang melayani anggota dan masyarakat.

b.     Bentuk organisasi menurut Ropke

Menurut Ropke bentuk organisasi memiliki identifikasi cirri khusus, yaitu :

  • Kumpulan sejumlah individu dengan tujuan yang sama (kelompok koperasi)

  • Kelompok usaha untuk perbaikan kondisi social ekonomi (swadaya kelompok koperasi)

  • Pemanfaatan koperasi secara bersama oleh anggota (perusahaan koperasi)

  • Koperasi bertugas untuk menunjang kebutuhan para anggotanya (penyediaan barang dan jasa)

Sub sistemnya terdiri dari :

  • Anggota Koperasi

  • Badan usaha Koperasi

  • Organisasi Koperasi

c.      Bentuk organisasi di Indonesia

Struktur organisasi di Indonesia berupa Rapat Anggota, Pengawas, Pengurus, Pengelola.

Rapat Anggota biasanya membahas :

  • Penetapan anggaran dasar

  • Kebijaksanaan umum (manajemen, organisasi & usaha koperasi)

  • Pemilihan, pengangkatan & pemberhentian pengurus juga pengawas

  • Rencana kerja, rencana budget dan pendapatan serta pengesahan laporan keuangan

  • Pengesahan pertanggungjawaban

  • Pembagian SHU

  • Penggabungan, pendirian, peleburan dan pembubaran

Pengurus biasanya melakukan kegiatan :

  • Mengelola koperasi dan anggota

  • Mengajukan rancangan rencana kerja, anggaran pendapatan & belanja koperasi

  • Menyelenggarakan rapat anggota

  • Mengajukan laporan keuangan & pertanggungjawaban

  • Menyelenggarakan pembukuan keuangan & inventaris secara tertib

  • Memelihara daftar anggota & pengurus

Pengurus juga memiliki wewenang, yaitu :

  • Mewakili koperasi di luar dan di dalam pengadilan

  • Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru dan pemberhentian anggota

  • Memanfaatkan koperasi sedsuai dengan tanggungjawabnya

Pengawas memiliki kegiatan sebagai berikut :

  • Bertugas untuk melakukan pengawasan kebijakan dan pengelolaan koperasi

Berwenang untuk meneliti catatan yang ada & mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.

 

B.    Hierarki Tanggung Jawab

 Gambar

Gbr. Hierarki Tanggungjawab

Hirarki tanggung jawab dalam koperasi dapat digambarkan sebagai berikut :

  • Pengurus

Pengurus adalah perwakilan anggota koperasi yang dipilih melalui rapat anggota, yang bertugas mengelola organisasi dan usaha. Kedudukan pengurus sebagai penerima mandat dari pemilik koperasi yang mempunyai fungsi dan wewenang sebagai pelaksana keputusan rapat anggota sangat strategis dan menentukan maju mundurnya koperasi, hal ini ditetapkan dalam UU Koperasi No.25 tahun 1992 pasal 29 ayat (2).

  • Pengelola

Pengelola koperasi adalah mereka yang diangkat dan diberhentikan oleh pengurus untuk mengembangkan usaha koperasi secara efisien dan profesional.

Kedudukan pengelola adalah sebagai pegawai yang diberi wewenang oleh pengurus.

  • Pengawas

Pengawas adalah perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya roda organisasi dan usaha koperasi.

Menurut UU No. 25 tahun 1992 pasal 39 ayat (1), pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi. Sedangkan ayat (2) menyatakan pengawas berwenang untuk meneliti segala catatan yang ada pada koperasi, dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.

C.     Pola Manajemen

Gambar

Pola manajemennya terdiri dari :

  1. Rapat Anggota

  2. Pengawas

  3. Pengurus Pengelola

  • Menggunakan gaya manajemen yang partisipatif

  • Terdapat pola jon description pada setiap unsure dalam koperasi

  • Setiap unsure memiliki ruang lingkup keputusan yang berbeda (decision area)

  • Seluruh unsur memiliki ruang lingkup keputusan yang sama (shared decision areas)

DAFTAR PUSTAKA

http://coecoesm.wordpress.com/2012/10/09/organisasi-dan-manajemen-koperasi/

http://linaenggel.wordpress.com/2013/01/05/pengertian-manajemen-koperasi/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: