SEPERTI YANG AYAH IMPIKAN

Rezafirdaus

        Sukses, satu kata yang selalu diimpikan setiap manusia, butuh perjuangan panjang untuk bisa mencapainya, itulah yang selalu Refi inginkan. Tidak hanya sukses, sukses yang berkualitas dan bisa membahagiakan kedua orang tuanya. Refi terlahir dari keluarga yang berkecukupan mempunyai seorang Ibu yang cantik dari fisik maupun hatinya dan juga seorang ayah yang begitu tangguh, kuat, bijaksana, dan juga dermawan. Dari kecil hingga dewasa ia selalu mendapatkan pelajaran tentang kehidupan dari sosok ayah dan ibunya dari hal kecil maupun besar. Pelajaran berharga yang selalu ia gunakan dikehidupan sehari – hari.

Suatu hari dimana Refi lulus dari sekolah dan ia melanjutkan kuliah, menunggu hingga pada saatnya masuk untuk kuliah Refi pun mulai mencari kesibukan untuk mencari kerja sampingan sebelum kuliah dimulai. karena terbesit dipikirannya “malu selalu minta uang ke orang tua” berjalannya waktu ayah dari Refi jatuh sakit dan dirawat kerumah sakit.

Ternyata dari penyakit sang ayah sudah kronis dan komplikasi ke semua jaringan tubuhnya hingga tidak bisa terselamatkan. Ia merasa terpukul akan kepergian sang ayah seperti ada petir di siang hari, belum bisa merasakan hasil jerih payah sang anak beliau sudah meninggalkannya.

Hari demi hari ia jalani tanpa seorang ayah membuat ia terpuruk merasa tidak ada lagi yang bisa membantu disaat terjatuh, tidak ada yang bisa menegur disaat salah dan tidak ada yang mengingatkan disaat salah jalan.

Setelah kepergian ayahnya, kehidupan Refi pun mulai berubah dari sisi keuangan, sampai partner kerja sang ayah pun ikut meninggalkan Refi dan keluarga, hingga dimana ia bingung untuk melanjutkan biaya kuliahnya sampai ia ingin berhenti kuliah, demi mencari pekerjaan untuk membantu membiayai keuangan keluarga dan biaya pendidikan selanjutnya.

“Ayah, Refi kangen sama ayah, kangen canda tawanya ayah tapi kenapa ayah tinggalin Refi, padahal disaat seperti ini Refi butuh dukungan dari ayah untuk terus bisa seperti yang ayah mau” ucap Refi dikala kerinduannya datang.

Ayah Refi selalu mengingatkan setiap anaknya untuk selalu lebih dari ayahnya, dari segi pendidikan maupun pangkat pekerjaannya. Itulah yang selalu terbayang dipikirannya,  Refi memulai kehidupannya dengan senyuman dan berkata “ayah aku selalu ingat semua kenangan ayah, nasehat ayah tapi mungkin ini jalannya yang sudah di atur oleh sang pencipta dan pasti allah lebih sayang sama ayah dari pada aku, aku akan menjalani kehidupan seperti yang ayah mau dan akan mewujudkan cita – cita ayah yang selama ini ayah impikan, aku janji yah” ujar Refi sambil tersenyum bahagia.

Refi pun mulai melanjutkan kuliahnya hingga lulus dan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi, saat dimana semua teman Refi yang juga lulus datang bersama keluarganya yang lengkap, Refi hanya bisa tersenyum dan berkata “ayah aku lulus yah, aku lulus seperti yang ayah mau, seperti yang ayah impikan selama ini Refi akan lanjut kerja sampai sukses nanti yah walaupun disini ga ada ayah, Refi tau kok pasti ayah lihat disurga”.

Akhirnya Refi pun melanjutnya kejenjang yang lebih tinggi untuk kerja dan mendapatkan karir yang bagus nantinya, lamaran telah ia buat, satu demi satu perusahaan ia datangi untuk tes awal, selang beberapa hari setelah melamar dari beberapa perusahaan yang ia datangi 80% diterima, ia pun mulai kerja dan merintis karir di dunia perkantoran.

Beberapa bulan ia kerja ia pun naik pangkat karena pekerjaannya yang dinilai bagus oleh atasannya, setiap bulan ia selalu menyempatkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, dan suatu ketika Refi berkhayal dimana bisa berkumpul pada saat ini dengan keluarga lengkap dengan ayahnya ia pasti akan lebih bahagia karena orangtuanya bisa melihat anaknya berjuang dalam mencapai kesuksessannya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: